Sebagai contoh adalah pengalaman saya sendiri. Saya lulus S-1 dari jurusan Hubungan International Unpad, tapi kemudian saya melanjutkan S-2 di School of Media and Public Affairs, George Washington University tahun 1999. Apa alasan logis saya untuk bisa mendapatkan sekolah ini?Saya bilang kalu sejak dulu saya sudah tertarik dengan media. Pernah menjadi wartawan kampus, lalu bekerja secara profesional sebagai wartawan di Tempo. Karena ingin belajar dalam tentang media yang sesuai dengan profesi saya saat itu, maka saya ingin sekolah S-2 dengan jurusan media di Amerika Serikat. Masuk akal kan? Mungkin karena ada logikanya , saya diterima. Beberapa tahun setelah itu saya kembali sekolah lagi, juga S-2 di Media Arts, Royyal Hollyway, University of London. Klai ini saya belajar ilmu praktis membuat film dokumenter. Apa alasan logisnya?Saya saat itu aktif meembuat news feature dalam bentuk video dan merasa memerlukan ilmu yang lebih baik untuk memperkuat sisi story telling dalam video saya. Ilmu ini antara lain ada di jurusan film dokumenter dan salah satu tempat belajar dokumenter yang baik itu di Inggris. Walhasil saya dapat kedua beasiswa karena alsan saya yang logis.
Pages
- Home
- Sekolah Ke Luar Negeri Gratis, Mungkinkah?
- Dari Mana Mulai Berburu Beasiswa?
- Beasiswa Itu Untuk Lulusan Apa Saja?
- Beasiswa Untuk Profesi Apa Saja Yang Tersedia?
- Kiat Mengisi Formulir Beasiswa
- Kiat Ampuh Menghadapi Tes Dan Wawancara
- Hari Pengumuman, Lalu Apa?
- Hidup Dan Kuliah Ditempat Orang
- Selepas Lulus Kuliah, Ke Mana?
- Sumber Beasiswa Dari Berbagai Negara
Ahmad Fuadi lahir di Bayur Maninjau, Sumatera Barat, 30 Desember 1972 adalah novelis, pekerja sosial dan mantan wartawan dari Indonesia. Novel pertamanya adalah novel Negeri 5 Menara yang merupakan buku pertama dari trilogi novelnya. Karya fiksinya dinilai dapat menumbuhkan semangat untuk berprestasi. Walaupun tergolong masih baru terbit, novelnya sudah masuk dalam jajaran best seller tahun 2009. Kemudian meraih Anugerah Pembaca Indonesia 2010 dan tahun yang sama juga masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award, sehingga PTS Litera, salah satu penerbit di negeri jiran Malaysia tertarik menerbitkan di negaranya dalam versi bahasa melayu. Novel keduanya yang merupakan trilogi dari Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna telah diterbitkan sejak 23 Januari 2011 dan novel pamungkas dari trilogi ini, Rantau 1 Muara, diluncurkan di Washington DC secara simbolis bulan Mei 2013. Fuadi mendirikan Komunitas Menara, sebuah yayasan sosial untuk membantu pendidikan masyarakat yang kurang mampu, khususnya untuk usia pra sekolah. Saat ini Komunitas Menara punya sebuah sekolah anak usia dini yang gratis di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.
40. Apakah boleh melamar beasiswa untuk belajar bidang ilmu yang berbeda dengan apa yang pernah kita pelajari di S-1?
Tentunya bisa. Memang akan lebih baik lagi kalau bidangnya konsisten dengan jurusan S-1, tapi bukanya tidak boleh melakukan sebaliknya. Yang penting adalah kita bisa menerangkan dengan logis secara tertulis atau lisan tentang perubahan disiplin ilmu ini. Selama keterangan itu masuk akal, maka bisa diterima.
Sebagai contoh adalah pengalaman saya sendiri. Saya lulus S-1 dari jurusan Hubungan International Unpad, tapi kemudian saya melanjutkan S-2 di School of Media and Public Affairs, George Washington University tahun 1999. Apa alasan logis saya untuk bisa mendapatkan sekolah ini?Saya bilang kalu sejak dulu saya sudah tertarik dengan media. Pernah menjadi wartawan kampus, lalu bekerja secara profesional sebagai wartawan di Tempo. Karena ingin belajar dalam tentang media yang sesuai dengan profesi saya saat itu, maka saya ingin sekolah S-2 dengan jurusan media di Amerika Serikat. Masuk akal kan? Mungkin karena ada logikanya , saya diterima. Beberapa tahun setelah itu saya kembali sekolah lagi, juga S-2 di Media Arts, Royyal Hollyway, University of London. Klai ini saya belajar ilmu praktis membuat film dokumenter. Apa alasan logisnya?Saya saat itu aktif meembuat news feature dalam bentuk video dan merasa memerlukan ilmu yang lebih baik untuk memperkuat sisi story telling dalam video saya. Ilmu ini antara lain ada di jurusan film dokumenter dan salah satu tempat belajar dokumenter yang baik itu di Inggris. Walhasil saya dapat kedua beasiswa karena alsan saya yang logis.
Sebagai contoh adalah pengalaman saya sendiri. Saya lulus S-1 dari jurusan Hubungan International Unpad, tapi kemudian saya melanjutkan S-2 di School of Media and Public Affairs, George Washington University tahun 1999. Apa alasan logis saya untuk bisa mendapatkan sekolah ini?Saya bilang kalu sejak dulu saya sudah tertarik dengan media. Pernah menjadi wartawan kampus, lalu bekerja secara profesional sebagai wartawan di Tempo. Karena ingin belajar dalam tentang media yang sesuai dengan profesi saya saat itu, maka saya ingin sekolah S-2 dengan jurusan media di Amerika Serikat. Masuk akal kan? Mungkin karena ada logikanya , saya diterima. Beberapa tahun setelah itu saya kembali sekolah lagi, juga S-2 di Media Arts, Royyal Hollyway, University of London. Klai ini saya belajar ilmu praktis membuat film dokumenter. Apa alasan logisnya?Saya saat itu aktif meembuat news feature dalam bentuk video dan merasa memerlukan ilmu yang lebih baik untuk memperkuat sisi story telling dalam video saya. Ilmu ini antara lain ada di jurusan film dokumenter dan salah satu tempat belajar dokumenter yang baik itu di Inggris. Walhasil saya dapat kedua beasiswa karena alsan saya yang logis.