Secara proaktif cari informasi kapan pengumuman dan lewat media apa diumumkan. Pastikan kita tahu tempat melihat pengumumannya. Kalau misalnya kita ganti alamat atau ganti nomor telepon, segera kabari panitia. Tidak lucu kan kalau ternyata kita lulus seleksi administratif , tapi tidak tahu dan terlambat untuk hadir wawancara. Saya hampir saja tidak tahu kalau dipanggil wawancara Fulbright, gara-gara surat panggilan dikirim kelamat saya yang lama di Bandung, sementara saya sudah pinsah kejakarta. Untunglah kang Romel, kakak kelas saya berbaik hatimengirimkan surat itu kesaya.
Biasanya pengumuman ada 1-3 bulan sejak kita mengajukan aplikasi. Cepat atau lambat pengumuman ini tergantung kepada pemberi beaasiswanya. Saya ingat mendapatkan pengumuman Pertukaran Pemuda Antar Negara melalui pager, lalu pengumuman SIF melalui surat. Sedangkan sekarang umumnya tentu melalui email atau telepon.
Pages
- Home
- Sekolah Ke Luar Negeri Gratis, Mungkinkah?
- Dari Mana Mulai Berburu Beasiswa?
- Beasiswa Itu Untuk Lulusan Apa Saja?
- Beasiswa Untuk Profesi Apa Saja Yang Tersedia?
- Kiat Mengisi Formulir Beasiswa
- Kiat Ampuh Menghadapi Tes Dan Wawancara
- Hari Pengumuman, Lalu Apa?
- Hidup Dan Kuliah Ditempat Orang
- Selepas Lulus Kuliah, Ke Mana?
- Sumber Beasiswa Dari Berbagai Negara
Ahmad Fuadi lahir di Bayur Maninjau, Sumatera Barat, 30 Desember 1972 adalah novelis, pekerja sosial dan mantan wartawan dari Indonesia. Novel pertamanya adalah novel Negeri 5 Menara yang merupakan buku pertama dari trilogi novelnya. Karya fiksinya dinilai dapat menumbuhkan semangat untuk berprestasi. Walaupun tergolong masih baru terbit, novelnya sudah masuk dalam jajaran best seller tahun 2009. Kemudian meraih Anugerah Pembaca Indonesia 2010 dan tahun yang sama juga masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award, sehingga PTS Litera, salah satu penerbit di negeri jiran Malaysia tertarik menerbitkan di negaranya dalam versi bahasa melayu. Novel keduanya yang merupakan trilogi dari Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna telah diterbitkan sejak 23 Januari 2011 dan novel pamungkas dari trilogi ini, Rantau 1 Muara, diluncurkan di Washington DC secara simbolis bulan Mei 2013. Fuadi mendirikan Komunitas Menara, sebuah yayasan sosial untuk membantu pendidikan masyarakat yang kurang mampu, khususnya untuk usia pra sekolah. Saat ini Komunitas Menara punya sebuah sekolah anak usia dini yang gratis di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.
42. Kalau formulir sudah di kirimapalagi yang bisa dilakukan?
Jangan hanya menunggu pengumuman dan berdoa. Banyak yang bias dilakukan. Teruskan riset tentang kampus mana yang cocok dengan bidang kita. Caranya cari daftar sekolah yang menawarkan ilmu yang kita ingin pelajari. Masuk ke website jurusan yang kita incar, baca silabus dan lihat nama dosennya. Coba berkomunkasi dengan bagian admission dan para dosen melalui email, ceritakan kalau kita tertarik untuk kuliah di kampus itu. Seandainya nanti kita mendapat beasiswa, kita harus tetap mendapat surat penerimaan dari kampus yang di sebut LOA (Letter of Acceptance). Mengontak kampus lebih awal akan mempercepat proses penerimaan kita nanti.
Yang juga bisa dilakukan adalah memperbaiki kemampuan bahasa dan menulis. Dulu sambil menunggu LOA dari kampus di Amerika Serikat, saya mengikuti les academic writing di UI. Les ini untuk mempersiapkan diri saya menghadapi banyaknya tugas paper di kampus.
Yang juga bisa dilakukan adalah memperbaiki kemampuan bahasa dan menulis. Dulu sambil menunggu LOA dari kampus di Amerika Serikat, saya mengikuti les academic writing di UI. Les ini untuk mempersiapkan diri saya menghadapi banyaknya tugas paper di kampus.
41. Sebetulnya apa sih yang dilihat oleh para penyeleksi di dalam aplikasi yang sampai ke meja mereka?
Pertama kelengkapan administrasi, lalu yang di lihat adalah data dan kesan dari tulisan di formulirnya. Yang di pilih adalah formulir yang berisi kesan baik dan kuat, positif, punya tujuan yang jelas, tahu apa yang dia mau, antusias, bisa dipercaya. Yang tidak kalah penting adalah surat referensi. Karena itu selalu siapkan surat referensi dari orang yang kredibel dan mengenal kita dengan baik. Misalnya dosen senior, dekan, pimpinan perusahaan , atau mitra kerja.
40. Apakah boleh melamar beasiswa untuk belajar bidang ilmu yang berbeda dengan apa yang pernah kita pelajari di S-1?
Tentunya bisa. Memang akan lebih baik lagi kalau bidangnya konsisten dengan jurusan S-1, tapi bukanya tidak boleh melakukan sebaliknya. Yang penting adalah kita bisa menerangkan dengan logis secara tertulis atau lisan tentang perubahan disiplin ilmu ini. Selama keterangan itu masuk akal, maka bisa diterima.
Sebagai contoh adalah pengalaman saya sendiri. Saya lulus S-1 dari jurusan Hubungan International Unpad, tapi kemudian saya melanjutkan S-2 di School of Media and Public Affairs, George Washington University tahun 1999. Apa alasan logis saya untuk bisa mendapatkan sekolah ini?Saya bilang kalu sejak dulu saya sudah tertarik dengan media. Pernah menjadi wartawan kampus, lalu bekerja secara profesional sebagai wartawan di Tempo. Karena ingin belajar dalam tentang media yang sesuai dengan profesi saya saat itu, maka saya ingin sekolah S-2 dengan jurusan media di Amerika Serikat. Masuk akal kan? Mungkin karena ada logikanya , saya diterima. Beberapa tahun setelah itu saya kembali sekolah lagi, juga S-2 di Media Arts, Royyal Hollyway, University of London. Klai ini saya belajar ilmu praktis membuat film dokumenter. Apa alasan logisnya?Saya saat itu aktif meembuat news feature dalam bentuk video dan merasa memerlukan ilmu yang lebih baik untuk memperkuat sisi story telling dalam video saya. Ilmu ini antara lain ada di jurusan film dokumenter dan salah satu tempat belajar dokumenter yang baik itu di Inggris. Walhasil saya dapat kedua beasiswa karena alsan saya yang logis.
Sebagai contoh adalah pengalaman saya sendiri. Saya lulus S-1 dari jurusan Hubungan International Unpad, tapi kemudian saya melanjutkan S-2 di School of Media and Public Affairs, George Washington University tahun 1999. Apa alasan logis saya untuk bisa mendapatkan sekolah ini?Saya bilang kalu sejak dulu saya sudah tertarik dengan media. Pernah menjadi wartawan kampus, lalu bekerja secara profesional sebagai wartawan di Tempo. Karena ingin belajar dalam tentang media yang sesuai dengan profesi saya saat itu, maka saya ingin sekolah S-2 dengan jurusan media di Amerika Serikat. Masuk akal kan? Mungkin karena ada logikanya , saya diterima. Beberapa tahun setelah itu saya kembali sekolah lagi, juga S-2 di Media Arts, Royyal Hollyway, University of London. Klai ini saya belajar ilmu praktis membuat film dokumenter. Apa alasan logisnya?Saya saat itu aktif meembuat news feature dalam bentuk video dan merasa memerlukan ilmu yang lebih baik untuk memperkuat sisi story telling dalam video saya. Ilmu ini antara lain ada di jurusan film dokumenter dan salah satu tempat belajar dokumenter yang baik itu di Inggris. Walhasil saya dapat kedua beasiswa karena alsan saya yang logis.
39. Memangnya untuk diterima kuliah itu susah ya? Lebih susah mana dibanding beasiswa?
Tergantung Universitasnya . Bisa susah, bsia gampang,. Semakin terkenal dan tinggi peringkat kampus dan jurusannya, maka semakin kompetitif untuk bisa diterima. Biasanya, kalau dapat beasiswa, kita akan diberi kesempatan untuk melamar ke beberapa Universitas. Universitas aka menyeleksi aplikasi bedasarkan kriteria yang mereka tetapkan. Jangan khawatir untuk bersaing mendapatkan kursi kuliah diluar negeri. Sudah banyak bukti yang memperlihatkan kemampuan mahasiswa Indonesia bisa bersaing di jurusan top di luar negeri.
38. Saya agak bingung nih.Jadi sebetulnya ada berapa formulir yang harus diisi?
Pertama kalau ingin mendapatkan beasiswa, maka kita harus mengisi formulir beasiswa. Ketika kita mendapatkan beasiswa itu, tidak berarti kita langsung bisa melenggang kuliah. Kita harus mengisi satu dokumen lagi, yaitu formulir untuk mendaftar ke universitas yang kita inginkan. Urutan pengisiannya juga bisa dibalik. Jadi ada dua formulir yang berbeda , beasiswa dan sekolah.
37. Bagaimana menuliskan personal essay itu?
Karena sangat pribadi dan menggambarkan keinginan terbesar kita, saya sendiri cukup lama menuliskan sebuah personal essay, bisa berminggu-minggu bolak balik membetulkan dan mempertajam isinya. Esai ini tentu harus ditulis dalam bahasa inggris. Kalau merasa percaya diri dengan bahssa inggris, bisa ditulis dalam bahasa indonesia dulu baru kemudian diterjemahkan ke bahasa inggris. Pastikan ada orang lain yang ikut mambaca dan memberi masukan, agar esai ini benar-benar kuat dan membuat pemberi beasiswa terpikat.
36. Saya sering mendengar pelamar harus menulis personal essay Itu dokumen apa?
Personal essay ini kadang disebut personal statement atau motivation letter adalah salah satu bagian yang paling penting dalam formulir beasiswa atau formulir sekolah. Karena itu perlu ditulis dan dikerjakan dengan hati-hati. Intinya dari isinya adalah sebuah narasi pribadi yang menceritakan kenapa dia ingin belajar suatu ilmu, apa yang bisa dia perbuat dengan ilmu ini, kenapa dia mampu, apa rencana ke depannya, apa kelebihan dan kekurangannya. Jadi sebuah surat pribadi yang mengungkapkan minat yang besar untuk sekolah, belajar, dan mencari beasiswa. Sifatnya sangat personal and to the point.
35. Dalam mengisi formulir beasiswa, apakah ada orang yang membantu anda?
Selalu baik kalau kita punya orang yang ikut membantu. Biasanya saya konsultasi dengan teman-teman yang pernah mengisi formulir dan lulus beasiswa. Setelah semua formulir saya isi lengkap, saya minta beberapa orang teman untuk membaca dan memberi massukan. Kalau formulir itu berbahasa inggris dan kita merasa kemampuan bahasa inggris kurang bagus, tidak ada salahnya minta tolong teman yang jago bahasa inggris untuk membaca ulang dan memberi koreksi.
34. Bagaimana cara mengisi aplikasi beasiswa itu?
Beda - beda cara mengisinya . Tergantung apa isi formulirnya. Tapi yang jelas, saya melakukan proses pengisian formulir dengan segala pertimbangan matang dan tidak buru-buru. Bahkan untuk mengisi sebuah formulir hanya 2-3 lembar, saya bisa menghabiskan waktu satu bulan. Bukan apa-apa, setiap selesai mengisi form, drafnya saya simpan dulu di meja atau di bawah bantal, untuk saya lihat dan periksa lagi besok. Begitu seterusny, selalu saya sempurnakan setiap hari. Sebisa mungkin sampai titik dan koma harus sempurna, tanpa salah dan cacat. Tidak bisa ditawar lagi, form harus error-free dan bersih dari coret-coret. Intinya jangan berikan kesempatan kepada panitia seleksi untuk punya alasan membuang kita ke tong sampah, jangan buat mereka meragukan kesungguhan kita gara-gara kesalahan kecil yang mengganggu.
Mau tahu bagaimana contoh formulir beasiswa? Coba deh klik www.chevening.org/indonesia/.
Mau tahu bagaimana contoh formulir beasiswa? Coba deh klik www.chevening.org/indonesia/.
33. Bagaimana kalau IPK saya kecil?
Umumnya panitia beasiswa mensyaratkan batas angka minimal untuk IPK. Contohnya bisa dilihat di persyaratan Fulbright, Chevening atau LPDP. Tapi tidak semua beasiswa kecil dan spesifik yang mungkin menilai bukan dari Indeks Prestasi Kumulatif, tapi dari karya dan prestasi. Misalnya beasiswa untuk pemusik, pelukis, dan penulis. Artinya, untuk dapat beasiswa tidak harus pintar secara akademik dan IPK sempurna. Tapi alangkah baiknya kalau IPK kita lumayan bagus.
32. Apakah ada tes bahasa inggris?
Tergantung kepada negara yang di tuju. Kalau tujuannya ke Jerman, Perancis, dan Jepang tentu tesnya bahasa negara yang bersangkutan.
Kalau tujuan kita adalah negara yang berbahasa inggris, tes bahasa Inggris akan memakai ukuran TOEFL atau IELTS. Pengalaman saya waktu dapat beasiswa Fullbright, tidak ada tes tulis sebelum wawancara. Kita hanya di suruh melampirkan nilai TOEFL terakhir. Sedangkan untuk beasiswa Chevening Award, ada tes tulis bahasa inggris. Jadi bagi pelamar beasiswa, bagus juga menyiaokan diri agar terbiasa dengan tes bahasa ini, dan alangkah baiknya kalau sudah punya nilai TOEFL, paling tidak punya institusional.
Kalau tujuan kita adalah negara yang berbahasa inggris, tes bahasa Inggris akan memakai ukuran TOEFL atau IELTS. Pengalaman saya waktu dapat beasiswa Fullbright, tidak ada tes tulis sebelum wawancara. Kita hanya di suruh melampirkan nilai TOEFL terakhir. Sedangkan untuk beasiswa Chevening Award, ada tes tulis bahasa inggris. Jadi bagi pelamar beasiswa, bagus juga menyiaokan diri agar terbiasa dengan tes bahasa ini, dan alangkah baiknya kalau sudah punya nilai TOEFL, paling tidak punya institusional.
31. Kenapa begitu penting persyaratan administratif dalam aplikasi beasiswa?
Karena di tahap seleksi awal yang dilakukan adlaah pemeriksaan kelengkapan administratif. Walaupun formulir hebat, tapi kalau ada syarat yang kurang, bisa gugur. Saya pernah dua kali menjadi salah satu anggota tim seleksi beasiswa, yaitu untuk Singapore International Foundaton (SIF) Fellowship dan Program Pertukaran Antar Negara (PPAN). Tim seleksi menerima banyak sekali aplikasi, sedangkan di lain pihak, hanya tersdia beberapa tiket beasiswa saja. Apa yang mereka lakukan keteika menyeleksi formulir yang masuk?
Tidak ada jalan lain, tim harus menyaring aplikasi melalui seleksi administratif yang teknis sekali. Kalau misalnya ada persyratan yang kurang, walau esai dan CV nya bagus, maka dengan berat hati akan masuk ke tong sampah.
Jangan hanya karena hal administratif kita masuk tong sampah. Karena itu, sebelum mengirimkan lamaran, periksa lagi isi amplop satu per satu. Buat check list-nya. Kalau perlu ada mata kedua yang ikut memeriksa , sehingga kita benar-benar yakin lengkap. Lalu pastikan tidak melewati deadline yang sudah ditetapkan. Kalau takut terlambat karena sudah benar-benar dekat waktunya, silakan diantar sendiri ke alamt pengiriman.
Tidak ada jalan lain, tim harus menyaring aplikasi melalui seleksi administratif yang teknis sekali. Kalau misalnya ada persyratan yang kurang, walau esai dan CV nya bagus, maka dengan berat hati akan masuk ke tong sampah.
Jangan hanya karena hal administratif kita masuk tong sampah. Karena itu, sebelum mengirimkan lamaran, periksa lagi isi amplop satu per satu. Buat check list-nya. Kalau perlu ada mata kedua yang ikut memeriksa , sehingga kita benar-benar yakin lengkap. Lalu pastikan tidak melewati deadline yang sudah ditetapkan. Kalau takut terlambat karena sudah benar-benar dekat waktunya, silakan diantar sendiri ke alamt pengiriman.
30. Bagaimana peluangmendapat beasiswa untuk perempuan?
Perempuan punya peluang besar. Ini disebabkan ada kebijakan dari kedua gender. Selama ini pelamar beasiswa mungkin lebih banyak laki-laki. Karena itu peluang perempuan untuk dapat beasiswa akan lebih besar untuk beberapa negara tujuan. Misalnya ADS dulu pernah mengutamakan perempuan dari daerah Indonesia Timur. Jadi bagi perempuan, jangan takut untuk melamar beasiswa, peluangnya besar.
29. Bagaimana peluang mendapat beasiswa untuk dosen dan peneliti?
Peluangnya sangat banyak. Salah satu pintu utama adalah melalui DIKTI. Selain itu ada LPDP. Pemberi beasiswa seperti Aminef dan ADS juga punya beasiswa khusus untuk dosen dan peneliti. Silakan cek di link yang saya berikan sebelumnya.
28. Kalau saya seorang guru, apa mungkin mendapat beasiswa?
Guru punya peluang bagus untuk mendapatkan beasiswa. Contohnya beasiswa The International Leaders in Education Program (ILEP) yang dirancang khusus untuk meingkatkan kemampuan guru dengan belajr di Amerika Serikat. Infonya ada di http://www.aminef.or-id/index.php?option.com_content&view=article&id=12&Itemid=103.
Sedangkan khusus bagi anda yang berprofesi sebagai guru bahasa inggris, atau sedang belajar menjadi guru, maka ada beassiswa khusus, yaitu kesempatan kuliah di Amerika Serikat sambil menagjar bahasa indonesia kepada orang asing. Infonya ada di http://www.aminef.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=39&Itemid=39.
Sedangkan khusus bagi anda yang berprofesi sebagai guru bahasa inggris, atau sedang belajar menjadi guru, maka ada beassiswa khusus, yaitu kesempatan kuliah di Amerika Serikat sambil menagjar bahasa indonesia kepada orang asing. Infonya ada di http://www.aminef.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=39&Itemid=39.
27. Beasiswa untuk pegawai negeri sipil atau militer apa ada?
Nah, untuk pegawai negeri tidak kalah banyak peluangnya. Silahkan tanya ke departemen terkait untuk kesempatan tugas belajar. Waktu saya kuliah di Wangshinton DC, dua teman sekamar saya adalah pegawai negeri, masing-masing dari Departemen Keuangan dan BATAN. Keduanya mendapatkan beasiswa dari Bappenas. LPDP yang saya sebut tadi juga menerima aplikasi dari pegawai negeri, dan polisi serta militer. Beasiswa ADS ke Australia bahkan punya jatah untuk pegawai negeri juga.
26. Kalau saya seorang wartawan apa ada beasiswa khusus?
Untuk wartawan selalu banyak kemungkinan beasiswa. Ketika saya menjadi wartawan di VOA, saya rajin mencari informasi dan menemukan CASE Media Fellowship, sebuah beasiswa singkat untuk wartawan yang aktif. Kegiatannya berisi diskusi, kuliah, dan seminar di University of Maryland sertra kunjungan lapangan. Pesertanya tidak main-main, saya waktu itu sekelas dengan para wartawan dari seluruh Amerika Serikat dan salah satunya adalah wartawan pemenang Pulitzer, namanya Richard Read dari koran Oregonian.
Salah seorang teman saya, iwan yang pernah jadi wartawan di Jakarta Post berhasil mendapat beasiswa wartawan di Jakarta Post berhasil mendapat beasiswa wartawan untuk kuliah di UC Berkeley selama setahun. Teman wartawan lain mengikuti Jefferson Fellowship selama tiga minggu di East West Center. Info bisa di cek di http://www.eastwestcenter.org/seminars-and-journalism-fellowships/journalism-fellowship.
Selain yang saya sebutkan ini, masih banyak kesempatan lain. Keep searching and googling.
Salah seorang teman saya, iwan yang pernah jadi wartawan di Jakarta Post berhasil mendapat beasiswa wartawan di Jakarta Post berhasil mendapat beasiswa wartawan untuk kuliah di UC Berkeley selama setahun. Teman wartawan lain mengikuti Jefferson Fellowship selama tiga minggu di East West Center. Info bisa di cek di http://www.eastwestcenter.org/seminars-and-journalism-fellowships/journalism-fellowship.
Selain yang saya sebutkan ini, masih banyak kesempatan lain. Keep searching and googling.
25. Bagaimana kalau profesi saya tidak orang kantoran, tapi seniman atau penulis? Ada beasiswa juga?
Ada, biasanya dalam bentuk residency program. Residency adalah program untuk seniman, akademis, dan pekerja kreatif agar bisa “berlibur” sementara dari aktivitas dan jadwal sehari-hari mereka yang padat. Harapannya agar resident ini punya waktu luang untuk refleksi diri, membuat karya baru, dan bertukar pikiran dengan komunitas dan budaya yang berbeda.
Ada dua macam residency: pertama, berdasarkan undangan dari penyelenggara, dan kedua, terbuka untuk siapa saja dan kita bisa mengisi aplikasi. Contoh dari residency yang terbuka adalah ketika saya ikut residency program di Bellagio Center, Italia yang diperuntukan untuk penulis dan seniman, selain juga buat akademisi, wartawan dan aktivis NGO.
Jadi bagi anda yang ada dibidang seni, akademik, san kreatif, kenapa tidak mempertimbangkan mengikuti residency program. Untuk info lebih lanjut bisa cek di http://www.rockefellerfoundation.org/bellagio-center/residency-program.
Contoh residency yang berdasarkan undangan adalah artist-in-resident program di University of California, Berkeley yang saya ikuti tahun 2014.
Ada dua macam residency: pertama, berdasarkan undangan dari penyelenggara, dan kedua, terbuka untuk siapa saja dan kita bisa mengisi aplikasi. Contoh dari residency yang terbuka adalah ketika saya ikut residency program di Bellagio Center, Italia yang diperuntukan untuk penulis dan seniman, selain juga buat akademisi, wartawan dan aktivis NGO.
Jadi bagi anda yang ada dibidang seni, akademik, san kreatif, kenapa tidak mempertimbangkan mengikuti residency program. Untuk info lebih lanjut bisa cek di http://www.rockefellerfoundation.org/bellagio-center/residency-program.
Contoh residency yang berdasarkan undangan adalah artist-in-resident program di University of California, Berkeley yang saya ikuti tahun 2014.
24. Kok kesannya beasiswa buat orang kuliahan dan kelompok akademis saja. Bagaimana orang yang sudah bekerja?
Sebetulnya beasiswa buat para profesional cukup banyak. Bisa dua kemungkinan, mencari beasiswa di luar kantor, atau cari di dalam kantor. Bagi kantor-kantor yang berorientasi global, terkadang ada program pengembangan karier dalam bentuk work assignment. Perusahaan multinasional seperti Chevron. Misalnya, punya program 1-2 tahun dalam bentuk belajar praktik atau work assignment dikantor di luar negeri.
Di kantor saya yang lama, Nature Conservancy ada CODA fellowship yang diberikan kepada satf untuk belajar di berbagai negara dalam bentuk job training. Contoh lain, Perusahaan Gas Negara mengirim beberapa karyawan terbaiknya untuk mengambil S-2 berbagai bidang ilmu di Amerika Serikat. Coba deh buka internet kantor , jangan-jangan ada kesempatan ini, tapi selama ini tidak diketahui banyak orang.
Kalau mau mencari dari luar kantor, bisa mencoba ikut The Humphrey Fellowship Program. Info lebih jelas ada di http://www.aminef.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=40&itemid=40
Di kantor saya yang lama, Nature Conservancy ada CODA fellowship yang diberikan kepada satf untuk belajar di berbagai negara dalam bentuk job training. Contoh lain, Perusahaan Gas Negara mengirim beberapa karyawan terbaiknya untuk mengambil S-2 berbagai bidang ilmu di Amerika Serikat. Coba deh buka internet kantor , jangan-jangan ada kesempatan ini, tapi selama ini tidak diketahui banyak orang.
Kalau mau mencari dari luar kantor, bisa mencoba ikut The Humphrey Fellowship Program. Info lebih jelas ada di http://www.aminef.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=40&itemid=40
23. Lalu kalau saya sudah lulus S-3 bagaimana? Apa ada beasiswa juga?
Buat para pencinta ilmu yang tidak bosan menambah wawasan, selalu ada jalan. Buat yang sudah mempunyai gelar doktor, ada program post doctoral dan ada juga program penelitian sambil mengejar di kampus di luar negeri. Sebagai contoh Aminef itu punya Fulbright Senior Research Program dan DIKTI funded-Fulbright Senior Research Program Kesempatan ini bisa dicek di http://www.aminef.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=11.
Selain beasiswa itu, bisa juga mempertimbangkan program residency yang saya bahas lebih detail di nomor 25.
Selain beasiswa itu, bisa juga mempertimbangkan program residency yang saya bahas lebih detail di nomor 25.
22. Kalau beasiswa untuk menuntut gelar S-3?
Untuk tingkatan doktoral ini, cukup banyak kesempatan yang tersedia, walau tidak sebanyak jatah beasiswa untuk S-2. Contohnya, saat ini LPDP juga menyediakan beasiswa untuk program S-3. Bisa cek informasi lengkap di http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-magister-doktor/.
Selain itu Aminef mengelola beberapa beasiswa S-3. Infonya ada di http://www.aminef.or.id/index.php?ooption=com_content&view=article&id=11. Selain kedua lembaga ini, masih banyak institusi lain yang menyediakan beasiswa untuk S-3 ini.
21. Jika sudah selesai S-1 dan ingin menuntut gelar S-2?
Beasiswa luar negeri paling banyak itu memang kuliah jenjang S-2. Semua organisasi pemberi beasiswa yang besar menyediakan beasiswa S-2. Sebut saja misalnya Fulbright untuk ke Amerika Serikat, CheveningAwards untuk ke Inggri, ADS untuk ke Australia, DAAD untuk ke Jerman, Manbusho untuk ke Jepang, dan banyak lagi.
Saya sendiri bersyukur bisa mendapat gelar S-2 di George Washington University di Washington DC, Amerika Serikat melalui beasiswa Chevening Awards. Untuk jawaban lebih detail dari negara mana saja beasiswa bisa kita dapat, silahkan melihat pertanyaan nomor 81-100.
Saya sendiri bersyukur bisa mendapat gelar S-2 di George Washington University di Washington DC, Amerika Serikat melalui beasiswa Chevening Awards. Untuk jawaban lebih detail dari negara mana saja beasiswa bisa kita dapat, silahkan melihat pertanyaan nomor 81-100.
20. Untuk yang hanya tamatan SMA, D-1, D-2,D-3 atau masih kuliah S-1?
Ada juga dong. Contohnya ada program The Community College Initiative (CCI) yang b isa dilamar oleh siapa saja yang tamat SMA, D-1, D-2, D-3, atau S-1. Program ini ditujukan untuk meningkatkan skill teknis, bahasa, san kepemimpinan para peserta dengan kuliah setahun di Amerika Serikat. Info lebih jauh ada di http://www.aminef.or.id/index.php?option=com_
content&view=article&id=42&itemid=42
Untuk yang masih mahasiswa juga banyak peluangnya. Misalnya dalam bentuk program pertukaran atau felowship. Saya sendiri selama kuliah S-1 di Unpad berhasil mendapatkan dua kali kesempatan ini. Perrtama adalah Program Pertukaran Pemuda Antar Negara ( Youth Exchange Program) dengan negara tujuan Kanada dan yang kuliah di National University of Singapore , dalam program SIF Fellowship Program.
Kelebihannya, program pertukaran pemuda antar negara itu tidak mengenal tingakatan pendidikan, tapi peserta di batasi berdasarkan umur. Coba ceek web kegiatan seleksi yang dilakukan provinsi Jawa Barat di http://pcmijabar.org/. Jawa Tengah di http://pcmijateng.wordpress.com/pendaftaran-seleksi-ppan-2014/. Jawa Timur di http://pcmijatim.org/seleksi-ppan-2013-jawa-timur-ready/.
Satu lagi yang bisa di coba adalah Global Undergraduate Exchange Program, yaitu kesempatan kuliah semester di Amerika Serikat. Silahkan buka informasinya di http://www.aminef.or.id/index.php?option=com_conten&view=article&id=43&itemed=43.
content&view=article&id=42&itemid=42
Untuk yang masih mahasiswa juga banyak peluangnya. Misalnya dalam bentuk program pertukaran atau felowship. Saya sendiri selama kuliah S-1 di Unpad berhasil mendapatkan dua kali kesempatan ini. Perrtama adalah Program Pertukaran Pemuda Antar Negara ( Youth Exchange Program) dengan negara tujuan Kanada dan yang kuliah di National University of Singapore , dalam program SIF Fellowship Program.
Kelebihannya, program pertukaran pemuda antar negara itu tidak mengenal tingakatan pendidikan, tapi peserta di batasi berdasarkan umur. Coba ceek web kegiatan seleksi yang dilakukan provinsi Jawa Barat di http://pcmijabar.org/. Jawa Tengah di http://pcmijateng.wordpress.com/pendaftaran-seleksi-ppan-2014/. Jawa Timur di http://pcmijatim.org/seleksi-ppan-2013-jawa-timur-ready/.
Satu lagi yang bisa di coba adalah Global Undergraduate Exchange Program, yaitu kesempatan kuliah semester di Amerika Serikat. Silahkan buka informasinya di http://www.aminef.or.id/index.php?option=com_conten&view=article&id=43&itemed=43.
19. Apakah ada beasiswa ke luar negeri untuk yang baru tamat SMP atau sedang di SMA ?
Tentu saja ada beasiswa untuk anaka SMA. Misalnya antara lain ada program AFS yang sudah terkenal. Info tentang program ini bisa diakses di http://www.bina-antarbudaya.info/going-abroad/afs-profram/. Selain AFS, ada pula programKennedy-Lugare Youth Exchange and Study (YES) yang dibuat untuk membina saling pengertian antara negaramuslim dan Amerika Serikat. Untuk YES, informasi ada di http://www.bina-antarbudaya.info/going-abroad/kl-yes-program. Beberapa tahun terakhir ini juga ada beasiswa untuk sekolah SMA ke Simgapura. Cek saja http://www.moegov.sg/education/scholarships/asean/indonesia/.
18. Siapa saja yang bisa mendapat beasiswa luar negeri itu?
Beasiswa bisa untuk siapa saja yang mau. Tidak tergantung tingkat pendidikan, umur, pekerjaan, dan gender. Tentu saja tidak semua beasiswa menerima siapa saja. Setiap beasiswa punya persyratan masing-masing, karena itu perlu rajin mencari dan mencermati persyratan unik setiap pemberi beasiswa.
17. Anda pernah mendapatkan fellowship ke National University of Singapore. Bagaimana caranya?
Program yang saya ikuti ketika kuliah di Singapura International Foundation Fellowship. Para mahasiswa dari semua negara ASEAN boleh melamar untuk bisa ikut kuliah satu semester di kampus terbaik Singapura, yaitu National University of Singapura dan Nanyang Technological University. Rekrutmen diadakan di beberapa kampus besar di tanah air oleh orang singapura sendiri. Dari seleksi ini dipilih belasan mahassiswa untuk kuliah di Singapura selama satu semester. Bagi saya sendiri, pengalaman ini sangat berkesan karena bertemu dengan teman-teman dari Asean dan bisa belajar di universitas modern seperti NUS dan NTU. Namun program ini tidak berlanjut dan di ganti menjadi program lain, Untuk mengecek perkembangan terbaru apakah program ini akan kembali ada, silahkan cek di website SIF http://www.sif.org.sg/.
16. Apakah Ada exchange program ke Kanada
Tentu saja masih ada, dan bahkan semakin banyak pilihan negaranya. Kalau dulu negara tujuan hanya Kanada, Australia, dan ASEAN, dan Jepang, sekarang bisa juga ke Korea Selatandan negara lain. Setiap tahun berganti-ganti negara tujuannya. Program yang didanai pemerintah ini dinamai Pertukaran Pemuda Antar Negara. Seleksi di lakukan terbuka disetiap provinsi secra mandiri oleh pemda dan alumni program. Peserta yang lolos seleksi akan dikumpulkan bersama di Jakarta dan diberangkatkan sebagai kontingen Indonesia. Kalau mau mencoba, datangi saja Kantor Dinas Pemuda dan Olahrga provinsi masing-masing untuk bertanya kapan pembukaan diadakan. Atau silahkan cek di Google tentang program ini dengan kata kunci seperti PPAN, PPIK, PCMI, atau Kapal Asean. Biasanya para alumni program ini juga aktif berbagi informasi. Sebagai contoh bisa mengetahui prose seleksi yang dilakukan Provinssi Jawa Barat di http://pcmijabar.org/. Jawa Tengah di http://pcmijateng.wordpress.com/pendaftaran-seleksi-ppan-2014/. Jawa Timur di http://pcmijatim/org/seleksi-ppan-2013-jawa-timur-ready/.
15. Apa ada beasiswa untuk ke luae negeri tapi dibiayai oleh institusi di Indonesia?
Ada dong. Dari dalam negeri ada beberapa lembaga pemberi beasiswa luar negeri, contohnya Sampoerna Fondation. Kalau dari pemerintah ada Beasiswa unggulan (http://beassiswaunggulan.kemdiknas.go.id). Khusus untuk kalangan pendidik, ada beassiswa sari Dikti yang bisa dilihat di http://beasiswa.dikti.go.id/web/.
Nah beasiswa pemerintah yang cukup baru adalah LPDP, ini lembaga yang punya dana besar untuk menyekolahkan ribuan orang Indonesia ke segala penjuru dunia. Karena mungkin masih baru, jatah pengiriman tiap tahunnya belum terpenuhi semua sehingga kalau melamar segera, kemungkinan diterima akan semakin besar. Untuk mengetahui lebih jauh, silahkan cek web LPDP di http://www.lpdp.depkeu.go.id/.
Nah beasiswa pemerintah yang cukup baru adalah LPDP, ini lembaga yang punya dana besar untuk menyekolahkan ribuan orang Indonesia ke segala penjuru dunia. Karena mungkin masih baru, jatah pengiriman tiap tahunnya belum terpenuhi semua sehingga kalau melamar segera, kemungkinan diterima akan semakin besar. Untuk mengetahui lebih jauh, silahkan cek web LPDP di http://www.lpdp.depkeu.go.id/.
14. Kalau sudah melakukan riset selanjutnya apa?
Setiap beasiswa punya syarta yang berbeda-beda, walau secara garis besar mirip. Saya biasanya mencatat semua persyartan yang ada di poster, iklan, atau website. Syarta yang umum antara lain: riwayat hidup, trnaskip nilai, terjemahan ijazah, surat kelakuan baik, TOEFL,dan surat rekomendasi. Syarat administratif ini kadang detail dan merepotkan untuk di urusnya, tapi perrlu di ingat bahwa ini kesempatan satu-satunya bagi kita pelamar beasiswa untuk bisa dipertimbangkan untuk diterima. Kita tidak punya pilihan. Tidak boleh kurang, tidak boleh di tawar. Harus sempurna dan lengkap. Karena ini satu per satu saya siapkan semua syaratnya.
Kadang kala kita menemukan informasi beasiswa yang sudah akan ditutup dalam beberapa hari ke depan dan kita tiddak punya cukup waktu untuk meniapkan bahan-bahan yang diperlukan. Karena itu, saya ssarankan agar kita selalu siagakan dokumen persyaratan umum ini, sehingga sewaktu-waktu bisa memasukkan formulir beasiswa dengan segala syaratnya.
Kadang kala kita menemukan informasi beasiswa yang sudah akan ditutup dalam beberapa hari ke depan dan kita tiddak punya cukup waktu untuk meniapkan bahan-bahan yang diperlukan. Karena itu, saya ssarankan agar kita selalu siagakan dokumen persyaratan umum ini, sehingga sewaktu-waktu bisa memasukkan formulir beasiswa dengan segala syaratnya.
13. Kapan sih sebaiknya melamar beasiswa?
Tentu secepatnya. Namun akan lebih baik kalau merencanakan jauh hari. Kalau benar-benar berniat mendapatkan beasiswa, lakukan riset serius paling tidak satu tahun sebelum mengirimkan lamaran beasiswa. Rentang waktu saatu tahun ini berguna untuk menyiapkan diri kita baik itu kemampuan bahasa, syarat administratif, serta wawasdan tentang bidang ilmu yang akan di ambil. Jadi, kalau mau dapat beasiswa tahun depan, mulai cari hari ini. Planahead....
12. Di zaman internet ini adakah satu portalbeasiswa yang lengkap?
Memang cara paling gampang mencari informasi beasiswa adalah melalui riset internet. Karena saat ini belum ada situs yang bisa mengumpulkan semua informasi beassiswa si satu tempat, maka kita perlu rajin “blusukan” ke sudut-sudut internet. Saat ini info beasiswa juga bertebaran di media sosial. Karena itu jangan lupa melakukan “search” di FB, twitter, tumblr, dan lainnya.
Silahkan lanjut search secara mandiri di Google atau main ke web kedutaan atau negara yang ingin kita capai. Untuk lebih detail bisa melihat pertanyaan nomor 81 sampai 100. Jangan segan massuk ke website kampus yang kita incar, lalu coba cari laman beasiswa. Kadang kita bisa terkejut melihat ternyata cukup banyak beasiswa yang ada, baik internal atau eksternal.
Silahkan lanjut search secara mandiri di Google atau main ke web kedutaan atau negara yang ingin kita capai. Untuk lebih detail bisa melihat pertanyaan nomor 81 sampai 100. Jangan segan massuk ke website kampus yang kita incar, lalu coba cari laman beasiswa. Kadang kita bisa terkejut melihat ternyata cukup banyak beasiswa yang ada, baik internal atau eksternal.
11. Selain dari kampus dan teman informasi dari mana lagi?
Saya ingat, setiap ada spanduk atau iklan di koran tentang Pameran Pendidikan Luar Negeri di hotel berbintang, saya usahakan datang. Di pameran seperti ini saya mengumpulkan berbagai brosur kampus dan bertanya-tanya dari satu stan universitas ke stan lain tentang peluang beasiswa. Sebetulnya ini pertanyaan kurang tepat karena pameran seperti ini untuk menjaring mahasiswa yang mampu membayar SPP penuh, bukan untuk bagi-bagi beasiswa.
Tapi datang ke pameran ini adalah cara saya untuk mendekatkan diri dengan impian kuliah ke luar negeri. Kita bisa saja dapat informasi di website, tapi berbicara dan bersalaman langsung dengan perwakilan kampus luar negeri ini punya efek berbeda. Bagi yang belum pernah, coba deh datang satu atau dua kali ke pameran pendidikan luar negeri seperti ini.
Tapi datang ke pameran ini adalah cara saya untuk mendekatkan diri dengan impian kuliah ke luar negeri. Kita bisa saja dapat informasi di website, tapi berbicara dan bersalaman langsung dengan perwakilan kampus luar negeri ini punya efek berbeda. Bagi yang belum pernah, coba deh datang satu atau dua kali ke pameran pendidikan luar negeri seperti ini.
10. Apa informasi dari senior itu cukup?
Senior-senior saya cukup membakar semangat saya. Mereka pamer foto dan cerita mereka di luar negeri. Bikin iri saja, tapi juga membikin saya semakin termotivasi ingin mencoba. Saya juga terus mencari informasi peluang yang lain. Saya rajin membaca papan pengumuman di lorong-lorong kampus, khususnya di depan bagian administrasi dan bagian kemahasiswaan. Biasanya di papan ini di tempel berbagai poster dan info beasiswa, lomba karya tulis, dan lain nya. Saking penasarannya, kadang-kadang saya bertanya langsung ke staf administrasi kalau-kalau ada pengumuman baru.
Dari papan pengumuman inilah saya kerap mendapatkan info kalau ada Youth Exchange Program ke Kanada, Australia, Jepang, ASEAN. Juga ada info tentang SIF Fellowship Program ke University of Singapore dan Nanyang Techonology University. Bahkan ada juga lomba menulis yang berhadiah kuliah pendek di Sofia University, Tokyo. Semuanya langsung saya lamar. Kalau pengelola website kampus anda aktif, cba cek, siapa tahu banyak pula informasi beasiswa ditampilkan di sini.
Dari papan pengumuman inilah saya kerap mendapatkan info kalau ada Youth Exchange Program ke Kanada, Australia, Jepang, ASEAN. Juga ada info tentang SIF Fellowship Program ke University of Singapore dan Nanyang Techonology University. Bahkan ada juga lomba menulis yang berhadiah kuliah pendek di Sofia University, Tokyo. Semuanya langsung saya lamar. Kalau pengelola website kampus anda aktif, cba cek, siapa tahu banyak pula informasi beasiswa ditampilkan di sini.
9. Jadi bagaimana awalnya mendapatkan informasi beasiswa itu?
Kalau megikuti pengalaman saya tahun 90-an, info pertama saya dapat dari lingkungan terdekat saya. Dulu saya bertanya ke senior-senior di kampus, apakah anda mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Ada yang bilang, “ nantisaja cari kalau sudah lulus S-1 , sekarang fokus lulus aja dulu”. Tapi saya tidak berhenti mencari informasi sampai saya beruntung bertemu beberapa orang senior yang alumni exchange student ke Kanada, Australia, Jepang, dan negara ASEAN. Mereka membuat saya percaya , “tidak harus menunggu lulus S-1 untuk bisa mngecap program belajar ke luar negeri”.
Kepada mereka saya bertanya seluk beluk program dan cara mendaftar. Mereka juga memberi semangat bahwa saya juga bisa mengikuti jejak mereka, belajar di luar negeri, kalau mau. Kalau anda masih mahasiswa, coba bertanya juga kepada para dosen. Jangan lupa masuk ke website kamus anda sendiri. Kadang-kadang banyak info beasiswa luar negeri dalam website kampus itu.
Dorongan untuk mencari beasiswa ini timbul karena sejak kecil saya selalu bermimpi mendapatkan pendidikan terbaik, kalau oerku samapi ke luar negeri. Disaat yang sama saya tidak punya biaya yang cukup. Karena itu saya selalu mencari informasi Seari berbagai lembaga pemberi beasiswa seperti Fulbright untuk Ke Amerika Serikat, Chevening Awards untuk ke Inggris, ADS untuk ke Australia, DAAD untuk ke Jerman, Manbusho untuk ke Jepang, dan banyak lagi.
Kepada mereka saya bertanya seluk beluk program dan cara mendaftar. Mereka juga memberi semangat bahwa saya juga bisa mengikuti jejak mereka, belajar di luar negeri, kalau mau. Kalau anda masih mahasiswa, coba bertanya juga kepada para dosen. Jangan lupa masuk ke website kamus anda sendiri. Kadang-kadang banyak info beasiswa luar negeri dalam website kampus itu.
Dorongan untuk mencari beasiswa ini timbul karena sejak kecil saya selalu bermimpi mendapatkan pendidikan terbaik, kalau oerku samapi ke luar negeri. Disaat yang sama saya tidak punya biaya yang cukup. Karena itu saya selalu mencari informasi Seari berbagai lembaga pemberi beasiswa seperti Fulbright untuk Ke Amerika Serikat, Chevening Awards untuk ke Inggris, ADS untuk ke Australia, DAAD untuk ke Jerman, Manbusho untuk ke Jepang, dan banyak lagi.
8. Kenapa ada negara atau organisasi yang mau memberi beasiswa Apa untungnya buat mereka?
Setiap pemberian tentu ada tujuannya. Beasiswa biasa diberikan oleh sebuah negara, antara lain untuk mempererat hubungan kerja sama kedua negara. Yang dituju adalah kerja sama, pengaruh, saling pengertian, dan kemitraan yang semakin membaik antara kedua negara itu dengan segala kekurangan dan kelebihan karena saya melihat kedua negara ini dengan lebih lengkap karena tinggal dan hidup di sana. Tidak hanya sekadar menonton di film dan TV, tau membaca berita di koran.
7. Berapa nilai uang beasiswa yang diberikan?
Nah, untuk nilai uang juga beda-beda, tergantung jenis beasisw, negara, kampus, kota tempat belajar, dan sebagainya. Penerima beasiswa di kota besar dibanding yang tiggal di kota yang lebih kecil sepertiNew York akan mendapat uang saku lebih besar dibanding yang tinggal di kota yang lebih kecil sperti Baltimore. Perbedaan ini karena biaya hidup di kota besar lebih mahal. Sebagai contoh, dulu waktu kuliah di George Washington University tahun1999-2001, saya, mendapatkan dana lebih dari 30 ribu dollar selama setahun, yang meliputi SPP dan biaya hidup. Seingat saya, setiap bulan saya menerima 1.200 dollar. Jatah saya ini lebih besar dibanding teman yang kuliah di lowa misalnya.
6. Biaya dan fasilitas apa saja yang ditanggung oleh beasiswa luar negeri?
Tergantung jenis beasiswanya. Ada beasiswa yang menyediakan segala fasilitas dan biaya, adda yang sebagian saja. Kalau pengalaman saya , beasiswa Fulbright dan Chevening Award menyediakan hampir semua keprluan hidup dan sekolah. Tidak berlebihan, taoi memadai untuk belajar dengan tenang. Namun kedua, seandainya kita membawa anak dan pasangan. Sedangkan beasiswa seperti LPDP memberi tambahan biaya kalau kita membawa keluarga.
Ketika saya sekolah di Amerika Serikat daan Inggris, komponen yang ditanggung oleh beasiswa saya adalah: tiket pulang pergi, biaya kuliah, biaya hidup, asuransi kesehatan, biaya riset, biaya ikut pelatihan bahasa, biaya tes TOEFL atau IELTS , dan lainnya. Untuk detailnya, silahkan cek dengan masing-masing pemberi beasiswa. Kadang-kadang ada dana yang baru cair kalau kita mengajukan permintaan atau proposal singkat. Misalnya, untuk biaya membeli laptop baru, saya harus mengajukan surat dulu sebelum dananya turun. Kalau kita tidak meminta, pihak beasiswa menganggap kita tidak memerlukan.
Ketika saya sekolah di Amerika Serikat daan Inggris, komponen yang ditanggung oleh beasiswa saya adalah: tiket pulang pergi, biaya kuliah, biaya hidup, asuransi kesehatan, biaya riset, biaya ikut pelatihan bahasa, biaya tes TOEFL atau IELTS , dan lainnya. Untuk detailnya, silahkan cek dengan masing-masing pemberi beasiswa. Kadang-kadang ada dana yang baru cair kalau kita mengajukan permintaan atau proposal singkat. Misalnya, untuk biaya membeli laptop baru, saya harus mengajukan surat dulu sebelum dananya turun. Kalau kita tidak meminta, pihak beasiswa menganggap kita tidak memerlukan.
5. Apa saja keuntungan kalau kita menerima beasiswa luar negeri itu?
Selain kuliah dibayarin, penerima beasiswa biasanya lebih di hargai kampus, tempat kerja, dan lingkungan. Mereka dianggap sebagai orang-orang terpilih setelah melewati seleksi beasiswa yang kompetitif.
Keuntungan lain adalah jejaring alumni beasiswa yang umumnya terdiri dari orang-orang yang menduduki posisi bagus di berbagai profesi. Jejaring ini meluaskan pergaulan dan memusahkan banyak urusan. Khusus bagi pelamar kerja, dengan menuliskan beasiswa yang di dapat di CV, mereka akan mendapatkan nilai tambah untuk diterima bekerja. Bahkan beasiswa bisa membantu karier,posisi, dan mungkin juga jumlah gaji.
Keuntungan lain adalah jejaring alumni beasiswa yang umumnya terdiri dari orang-orang yang menduduki posisi bagus di berbagai profesi. Jejaring ini meluaskan pergaulan dan memusahkan banyak urusan. Khusus bagi pelamar kerja, dengan menuliskan beasiswa yang di dapat di CV, mereka akan mendapatkan nilai tambah untuk diterima bekerja. Bahkan beasiswa bisa membantu karier,posisi, dan mungkin juga jumlah gaji.
4. Jadi perlu modal apa agar bisa mendapatkan beasiswa luar negeri itu?
Menurut pengalaman saya berburu beasiswa, modalnya adalah tekad dan pola pikir. Ada 2 pola pikir (mind set) yang perlu kita ingat dalam mencari beasiswa. Pertama, kita perlu percaya sesungguhnya beasiswa itu banyak tersebar di mana-mana. Saya mengibaratkan jumlah beasiswa itu seperti buah mangga di musim mangga, bergelantungan rimbun di pohonnya. Ada orang yang berjalan di depan pohon mangga dan bergumam ingin mendapatkan buah mangga. Mangga tidak akan pernah terbang dengan sendiri ke tanganya kalau dia hanya bergumam dan melihat dari jauh. Kalau benar-benar ingin menikmati mangga itu, dia harus take action, berlari ke pohon mangga, memanjat pohon, dan memetik buahnya. Jadi banyak orang yang ingin dapat beasiswa tapi mereka hanya berharap dan melihat saja dari jauh tanpa ada aksi nyata.
Pendeknya, kurang tepat kalau kita menganggap beasiswa yang tersedia itu sedikit. Malah kebalikannya, jumlah beasiswa itu cukup banyak, tapi tidak semua orang mau mencari sungguh-sungguh. Sebagai informasi, tidak semua beasiswa diumumkan luas di mana-mana. Hanya yang mencari dan mencarilah yang akan mendapatkan.
Kedua , beasiswa itu ternyata bukan untuk orang pintar saja, tapi lebih utama lagi buat orang yang bersungguh-sungguh. Banyak orang yang pintar tapi kemudian tidak mendapat beasiswa, tapi ada orang yang biasa-biasa saja lalu mendapat beasiswa. Kenapa? Karena mereka bersungguh-sungguh mencoba mencarri, mendaftar, mengulang lagi kalau belum diterima. Mereka melebihkan usaha di tas rata-rata orang lain. Singkatnya, man jadda wajada.
Pendeknya, kurang tepat kalau kita menganggap beasiswa yang tersedia itu sedikit. Malah kebalikannya, jumlah beasiswa itu cukup banyak, tapi tidak semua orang mau mencari sungguh-sungguh. Sebagai informasi, tidak semua beasiswa diumumkan luas di mana-mana. Hanya yang mencari dan mencarilah yang akan mendapatkan.
Kedua , beasiswa itu ternyata bukan untuk orang pintar saja, tapi lebih utama lagi buat orang yang bersungguh-sungguh. Banyak orang yang pintar tapi kemudian tidak mendapat beasiswa, tapi ada orang yang biasa-biasa saja lalu mendapat beasiswa. Kenapa? Karena mereka bersungguh-sungguh mencoba mencarri, mendaftar, mengulang lagi kalau belum diterima. Mereka melebihkan usaha di tas rata-rata orang lain. Singkatnya, man jadda wajada.
3. Katanya beasiswa, kok ada fellowship,exchange program, dan residency segala? Jadi apa definisi beasiswa luar negeri itu?
Menurut saya, beasiswa luar negeri adalah segala kesempatan untuk menuntut ilmu, baik di kelas maupun di luar kelas, dengan biaya sepenuhnya atau sebagain oleh pihak lain. Kesempatan belajar di luar negeri ini baik sepenuhnya atau sebagian dan lokasi belajarnya di luar indonesia. Jadi dalam buku ini, definisi beasiswa saya perrluas, tidak hanya jenjang pendidikan formal dan bergelar, tapi juga meliputi Felloweship, residency, overseas job assinment, exchange program, dan kerja praktik. Arti masing-masing saya akan bahas nanti. Baca saja terus.
2. Wah, jadi ini pengalaman pribadi? Beasiswa apa saja yang sudah anda dapat dari luar negeri?
Alhamdulillah saya beruntung bisa belajar ke beberapa negara dengan beasiswa seperti fellowship ke Singapura, exchange program ke Kanada, Fulbright Scholarship ke Amerika Serikat, Chevening Award ke Inggris , residency program ke Italia dan beberapa beasiswa yang lain.
1. Saya ingin sekolah diluar negeri, tapi tidak punya cukup uang. Mungkinkah impian saya terwujud?
Sangat mungkin. Bahkan sampai ke 5 benua sekalipun. Bagaimana caranya? Kalau ribet dan susah mencari pinjaman, maka ada cara yang lebih seru. Yaitu mencari beasiswa atau scholarship. Cukup banyak kok peluang untuk mendapatkan beasiswa luar negeri, kalau kita mau mencari dengan sungguh-sungguh. Man jadda wajada! Paling tidak sudah saya rasakan sendiri dengan mendapat 10 kali kesempatan belajar di luar negeri.
Subscribe to:
Comments (Atom)